MALAS YANG BERMANFAAT BAGI ANAK MUDA

Dilihat dari judul tulisan, disini gue akan sedikit-banyaknya  memaparkan suatu kata yang udah gak asing lagi di telinga setiap manusia. Kata yang satu ini sudah sangat akrab sekali dengan keseharian, kepribadian dan sifat yang ada dalam diri kita, yaitu MALAS. Agak beresiko sih memang kalau bilang ada manfaat dalam rasa malas, tapi serius ini tulisan nggak ngaco kok. Hehehe kalau mau tahu alasan kenapa tulisan ini nggak ngaco, mending simak dulu deh tulisan di mari sampai habis. Yuk!

Sudah banyak tips dan berbagai saran di luar sana untuk bisa mengatasi rasa malas, tetapi pada kenyataannya rasa malas itu selalu hadir dalam diri setiap orang. Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi rasa malas, mulai dari mengikuti seminar motivasi, mendengarkan nasihat, menonton video inspiratif, membaca kisah orang-orang sukses dan masih banyak macam cara lagi yang dapat dilakukan. Walaupun begitu, jika kita tidak bisa mengimplementasikan dan mengaplikasikannya, tindakan itu semua tidak memiliki manfaat sama sekali. banyak yang bilang bahwa rasa malas adalah pembunuh kesuksesan, memang benar, karena rasa malas adalah gerbang awal dari seseorang untuk terpuruk dalam kehidupannya. Nah lho, sudah sampai sini masih berani bilang bahwa rasa malas itu bermanfaat? Eits tunggu dulu, belum selesai. Ayo baca lagi!

Sebenarnya apa sih rasa malas itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) malas diartikan sebagai perilaku yang tidak mau bekerja atau berbuat sesuatu, dan merupakan lawan kata dari rajin. Adapun bermalas-malas adalah duduk (tiduran dan sebagainya) tanpa berbuat sesuatu ( berlengah-lengah).  Sedangkan orang yang melakukan tindakan hal tersebut disebut sebagai pemalas atau yang suka malas atau bersifat malas. 

Rasa malas dalam diri seseorang terkadang berkerja dan sering muncul seperti Alarm, yang mengingatkan kita bahwa tubuh kita butuh istirahat yang lebih agar keadaan zona nyaman dapat terwujud. Banyak faktor yang memunculkan rasa malas itu sendiri. diantaranya adalah ; capek, terlalu banyak pikiran, Suasana yang mendukung, tidak mood, tidak ada motivasi, dan bingung apa yang akan dilakukan. Faktor-faktor tersebutlah yang memicu rasa malas kita untuk terus mendominasi keadaan diri. tujuannya mengingatkan pikiran sadar kita bahwa tubuh dan pikiran butuh istirahat dan di manja secara berlebihan. 

Rasa malas tidak selamanya berkonotasi negatif, ada beberapa hal yang logis terkait malas yang tidak bersifat negatif ini. CEO Microsoft, Bill Gates pernah bilang bahwa dia akan memilih orang- orang malas untuk mengerjakan perkerjaan yang sulit di perusahaan miliknya karena orang malas akan selalu menemukan berbagai cara yang paling mudah untuk diselesaikan.  Itu artinya apa? Artinya orang yang malas juga punya nilai lebih jika rasa malas itu bisa dikendalikan. Alih-alih rasa malas ini justru yang menjadikan kita beda dan mempunyai kelebihan dibandingkan orang lain.

“I will always choose a lazy person to do a difficult job, because he will find an easy way to do it”.
– Bill Gates.

Udah segitu doang manfaatnya? Haha, belum. Masih ada lagi nih!
Nah, sekarang langsung ke intinya deh. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari yang namanya rasa malas. Diantaranya adalah :

MALAS PACARAN

Seperti yang kita sudah pernah baca di atas, malas adalah perilaku yang tidak mau bekerja atau berbuat sesuatu. Nah,  kenapa gue katakan malas pacaran itu bermanfaat? Karena jika anak muda malas atau tidak mau berbuat sesuatu (pacaran) maka ini bisa disebut malas yang positif. Pada dasarnya kan pacaran itu memang dilarang dalam agama. Pacaran dinilai lebih banyak mudharatnya ketimbang mashlahatnya. Jadi malas pacaran itu adalah malas yang bermashlahat. Boleh saja sih pacaran, tapi setelah nikah dulu yak. #udahputusinaja Hehehe

MALAS BERMALAS-MALASAN

Waduh, ambigu banget nih kata-katanya. Malas bermalas-malasan? Apa lagi ini maksudnya? Hahaha kan udah dijelasin juga di atas, kalau bermalas-malas adalah duduk (tiduran dan sebagainya) tanpa berbuat sesuatu (berlengah-lengah). Jadi kalau malas bermalas-malasan itu artinya kita malas (tidak berkeinginan) untuk  tidur-tiduran atau berlengah-lengah, lebih tepatnya sih jadi RAJIN!
Misal ada anak muda yang malas bermalas-malasan, maka dari itu dia akhirnya  jadi sering belajar, mengaji, membantu orang tua dan sesama, bergaul dengan teman-teman sebaya, ulet, dan lain sebagainya. Ini bisa dikatakan adalah anak muda yang rajin, karena kalau anak muda tidak rajin, mau jadi apa? Betul gak? Tul

Suatu kisah ada seorang anak muda yang tampan bernama Agus Permana, ibunya terlalu sering melihat dia menjadi sesosok anak muda yang cemerlang nan rajin, karena sudah terlalu bosan melihat tingkah  laku anaknya yang demikian, Ibunya pun lantas berkata :
 “Agussssss, keluar dari kamar! Jangan belajar mulu, sekali-kali kek males-malesan gitu… keluar! ”
“enggak mau mah, males!” Sahut si pemuda tampan nan rajin, Agus permana
Hahahaha

MALAS PUNYA TEMAN YANG JAHAT

Kalian punya teman yang jahat nggak? kalau nggak punya kalian termasuk orang-orang yang beruntung. berarti kalian mempunyai teman-teman yang baik.

Berteman itu harus dengan orang-orang yang baik, karena teman adalah mereka yang mengantarkan kita pada gerbang kesuksesan, teman yang menemani kita pada setiap langkah tapak kaki ini  untuk berusaha mewujudkan mimpi  dan teman adalah mereka yang saling mengingatkan kita di jalan kebaikan dalam menggapai ridho Allah SWT.

sebagai seorang teman kita juga harus saling melengkapi, masing-masing dari kita memiliki watak dan kepribadian yang berbeda. begitu juga soal keadaan, entah itu status sosial ataupun tingkat intelegensi. bagi teman yang berlebih, sangat dianjurkan untuk saling berbagi dengan teman yang kurang. dan untuk teman yang kurang.... lempar aja ke jurang!!! hahaha

Teman yang baik itu susah di dapatkan, sebaliknya teman yang jahat gampang sekali di dapatkan. Makanya kalau memiliki teman yang baik, harus dipertahankan.  Dan sebaliknya pula teman yang jahat itu cuma bisa merugikan, tidak menguntungkan. Terlebih, konon teman yang jahat itu nggak baik buat kesehatan, terutama buat ibu-ibu hamil. Hahaha

MALAS KALAU NGGAK PUNYA SKILL

Wuahahaha, makin kesini makin terlihat apa maksud si penulis. Sekarang udah ngerti kan? Nah, bagus. Di bagian ini kita harus malas kalau nggak memiliki skill atau kemampuan. Sebagai anak muda yang pada dasarnya produktif, memiliki skill atau kemampuan adalah hal yang dirasa sangat perlu untuk menunjang berbagai aktifitas dan pergaulan. Malu dong kalau di tanya sama orang "punya skill apa?" tapi kita nggak bisa jawab karena nggak punya, ujung-ujungnya malah nyengir kuda.

“ini pak, adanya sikil… bukan skill”. sambil berkata kayak nggak punya dosa.

Ngebahas soal skill atau kemampuan, pasti mengarah pada potensi dan bakat yang kita miliki. Jangan buru-buru deh bilang “ah, gue nggak ada bakat…. Aduh nggak punya!”  JANGAN! BAHAYA! BANGET MALAH!

Kita diciptkan oleh Allah SWT sebagai makhluk-makhluknya yang hebat, dengan ratusan bahkan ribuan potensi didalamnya. Tetapi itu semua bergantung pada diri kita, karena hidup memberikan kita begitu banyak kesempatan untuk menjadi yang terbaik. Semua itu bergantung pada diri kita masing-masing. Kalau kita yakin dengan itu semua, pasti sesuatu yang hebat akan muncul dalam diri kita, sesuatu itu adalah hal yang tidak pernah kita duga-suga sebelumnya. Caranya gimana? Ya itu… kita harus yakin. Bahwa kita di ciptakan oleh yang Maha Kuasa dengan segala macam kemampuan. Langkah selanjutnya kita yang mengambil tindakan. Kalo bukan kita, siapa lagi? #TumbenSerius

MALAS KALAU NGGAK SHOLEH DAN NGGAK NURUT SAMA ORANG TUA

Dari semua macam malas yang telah disebutkan di atas, sebenernya ini sih poin yang paling penting. JADI ANAK SHOLEH DAN BERBAKTI SAMA ORANG TUA. Cakep gak tuh?

Udah sholeh, berbakti sama orang tua pula. Behh…. Sukses dunia - akhirat itu mah!
Anak muda kalau nggak sholeh itu bukan anak muda namanya… anak muda kalau cuma pinter doang tapi nggak sholeh buat apaan? Haha

Selain sholeh, ada hal lain yang nggak kalah penting nih. Yaitu berbakti kepada orang tua. Ada yang bilang bahwa dirumah kita memiliki sepasang malaikat tanpa sayap yang senantiasa menjaga, merawat dan melindungi kita sejak kita masih kecil sampai saat ini. Yap benar, mereka adalah ayah dan ibu kita. Yang menjadikan seseorang hebat bukanlah karena kepintaran yang dimiliki, yang menjadikan seseorang sukses bukanlah karena kerja keras yang telah dilakukan. Sebab kedua hal itu hanya sebagian kecil dari faktor-faktor pendukung. Yang paling penting dan sangat penting adalah RIDHO ORANG TUA.

Ingatlah selalu, bahwa ridho Allah juga merupakan ridhonya orang tua kita. Buat kalian yang masih memiliki orang tua yang lengkap, berbahagialah… itu merupakan nikmat yang sangat berharga buat kalian. Sepasang malaikat yang menemani kalian akan terus menopang kalian dan menyaksikan kalian tumbuh dewasa. Sepasang malaikat yang selama ini bersama kalian akan terus memanjatkan doa-doa demi dan untuk kesuksesan kalian. Maka dari itu, jangan sia-siakan mereka. Anugrah terindah dalam hidup adalah ketika kita masih diberi kesempatan untuk bisa berbahagia bersama mereka… bersama kedua orang tua tercinta. ayah dan ibu kita  :”)

Dan gue rasa cukup untuk penjabaran singkat mengenai rasa malas yang bermanfaat seperti apa yang telah tertera di atas. Sebenarnya ada beberapa cara untuk menghilangkan rasa malas yang sebenarnya (bukan malas versi gue yang di atas ya). Pertama adalah, mulailah hidup dengan terorganisir, membuat list to do, rencanakan hal yang ingin dilakukan, aktif dalam keseharian, sadar akan waktu, dan yang terakhir sempatkan waktu untuk bermalas-malasan, contohnya saat weekend datang. Setelah berlelah-lelah dengan weekday, ada waktunya kita butuh istirahat dan fokus untuk memanjakan diri. Dalam dunia psikologi, ini dinamakan self-respect.

Oke, sekian dulu tulisan yang rada berantakan kali ini. Semoga malas yang udah gue jelasin di atas nggak di salah artikan ya. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya


1 komentar:

agustards. Powered by Blogger.

© 2014 A G U S T A R D S, AllRightsReserved.

Designed by agustards